Kamis, 16 Februari 2017

Katanya Ingin Hijrah (?)

Hijrah memang tak mudah. Karena setelahnya masih ada step selanjutnya. Hal ini didukung oleh dengan apa dan siapa kita menghabiskan waktu setiap hari

Jangan biarkan waktu merenggut kebersamaanmu dengan Allah karena rutinitas sehari-hari. Ditambah kita habiskan waktu bersama dengan orang-orang yang tidak taat dan justru mengajak kita lalai dari perintah-Nya

Katanya ingin hijrah?
Tapi kebiasaan belum diubah
Katanya ikhlas putus?
Tapi kok galau terus?
Coba perhatikan lagi, mengapa "Masih" seperti itu?
Coba lihat sekelilingmu, apakah lingkungan dan kebiasaan mendukungmu akan hal itu?

Hanya sahabat taat yang mendukung kita dalam taat, maka.. sudahkah perbanyak waktu bersama dengannya?
Sudahkah hindari penyebab lalainya diri?

Padahal kalo deket sama orang taat itu banyak manfaatnya loh. kita jadi banyak ilmu, dan selalu memanfaatkan waktu. Karena menurut mereka, setiap waktu adalah harta yang Allah beri untuk ladang beramal dan ibadah

Mana sempet mikirin si dia?
Mana mungkin membiarkanmu galau dan
curhat tentang si dia?
Sahabat Taat pasti mengingatkan. Cara mereka berbeda-beda. Maka kita harus PEKA
Omongannya nggak akan sia-sia, maka dengarkanlah mereka. Dan jangan ragu untuk mengikuti kegiatan yang dianjurkan olehnya. Kesibukan positif yang dianjurkannya pasti ampuh buat kamu move on dari hal-hal buruk yang nggak kamu sadari sebelumnya

Insya Allah, sahabat yang baik pasti ingin sahabatnya jadi baik pula. Sahabat yang taat pasti akan mengajak kita semangat dalam taat 😊
SelowAjaMblo ✌️️

Kado Terindah untuk Bapak


01:07 malam !
Suara itu.... yaaa detik ini suara itu terngiang kembali di telinga.
Suara lirih saat beliau memanggil untuk yang terakhir kalinya .

Sekarang aku udah tambah dewasa, mungkin tidak seperti yang di inginkan. Tapi sekarang aku udah banyak berubah karna.mu pak, atas ijin Allah pastinya .
Kepergianmu juga membuat aku jadi pribadi yang sekarang .

Aku tidak mencoba membuatmu tidak tenang, aku hanya sedang sedih, sedang rindu, dan sedang berharap ada seseorang yang mampu menjagaku dan mengingatkanku bahwa aku harus selalu jadi yang lebih baik dari sebelumnya .


Mungkin semasa Engkau di dunia aku belum bisa kasih yang terbaik.

Tapi Mana mungkin aku tega Menambah Hisabanmu dengan aku memperlihatankan aurat-ku .

Semoga menutup aurat yang wajib perintahNya ini dan Kelak Proses Hijrahku ini mudah-mudahan bisa menjadi Kado terindah untukMu duhai Ayah ....

Kamis, 11 Februari 2016

Malem iniiii dimusim yg tlah brganti dg hujan lagiii . Selama beberapa bulan sejak kamu pergi, tak ada satu hal pun yang berubah. Rutinitasku juga masih aku lakukan, sama persis seperti saat kamu masih di sini. Semua masih tetap sama. Hanya saja, tak ada lagi sapa selamat pagi darimu saat pagi hari. Tak ada lagi yg muncul dihadapanku setiap aku pulang .. Tak ada lagi tawa renyah kita saat bercerita di setiap makan malam. Dan tak ada lagi senyum yang selalu aku lihat setiap malam saat kau mengantarkanku di depan rumah.
Aku menulis ini bukan karena merindukanmu atau mengharap kau untuk kembali. Rinduku seakan sudah pergi tak berjejak. Harapan-harapan yang sempat membuncah juga sudah terbang entah kemana. Rasa yang pernah ada juga sudah menguap dan menghilang begitu saja. Hatiku sudah jauh lebih baik. Mataku sudah sangat terbiasa tanpa melihatmu. Telingaku sudah lebih nyaman tanpa kicaumu. Bibirku sudah tak tertarik lagi menyebut namamu. Kau tau itu artinya apa? ARTINYA HIDUPKU MENJADI LEBIH SEMPURNA TANPA KEHADIRANMU ..
Dengan segala rasa nyaman yang aku dapatkan sekarang, aku hanya ingin berterima kasih padamu. Terima kasih atas segala bahagia yang pernah kau berikan padaku. Terima kasih atas setiap jengkal hari yang sudah pernah aku lewati bersamamu. Terima kasih atas tawa yang selalu kau hadirkan di setiap kebersamaan kita. Terima kasih atas perhatianmu yang selalu tercurah untukku.
Tak ada rasa menyesal di hatiku pernah bertemu dan mempunyai cerita hidup bersamamu. Mengenalmu, menjalani hari-hari .. Terima kasih sudah melukis pelangi dalam hidupku walau akhirnya aku tak pernah menikmati indahnya.
Meski dulu sempet aku ragu tuk melangkah, untuk pergi, karna tak akan ada lagi yang menemani, mengantarkan, menjemput, membuat tertawa, terhibur, bahkan takut tak akan ada lagi yang sepertimu, tapi semua itu hanya ketakutan konyol semata. Salah Besar aku sudah berharap pada manusia dengan berlebihan.. Sempat keingetan juga takut tak punya kesempatan untuk mendapatkan yang terbaik lagi. Tapi sekarang semua ketakutan itu HILANG, seakan lupa pernah punya rasa takut seperti itu. Karna jelas Allah tidak suka sama yang Namanya ................. (Al Isra Ayat 32) hehehehe ...
Jadi mana mungkin Allah tidak ngasih terbaik buat orang yang berani meninggalkan Dosa.
Hmmmmm .........
Hidupmu mungkin sekarang tenang tanpa aku karena tak ada lagi suara cempreng yang selalu mengingatkanmu untuk ini dan itu. Tapi hidupku sekarang tentu saja lebih bahagia tanpamu karena tak ada lagi lelaki yang menawarkan kebahagiaan semu padaku. Perlu diketahui juga, kau tak akan pernah bisa kembali ke jalan saat masih ada kita.
Beberapa kali aku ingin mengucapkan terima kasih. Kedatanganmu di hidupku sudah merubah persepsiku tentang apa arti itu Pacaran.. Kepergianmu di hidupku juga sudah membuat aku belajar banyak hal, terutama tentang tanggungjawab, komitmen dan sebuah Dosa ... Terima kasih sudah mengajarkanku tertawa saat menangis. Terima kasih sudah membuatku merasa dihargai sebagai wanita. Terima kasih telah memperlakukanku seperti seorang putri raja. Terima kasih sudah menjagaku dengan penuh rasa sabar. Terima kasih sudah selalu ada setiap aku membutuhkanmu.
Terima kasih sudah memilihkan jalan ini untuk aku jalani. Terima kasih sudah memberikanku kesempatan untuk mendapatkan cinta yang lebih besar dari cintamu di masa depanku nanti. Terima kasih sudah memberikan pengalaman berharga yang bisa aku ceritakan pada anak laki-lakiku nanti tentang bagaimana harusnya seorang laki-laki bersikap. Terima kasih, karena dengan kepergianmu, itu artinya kau memberikanku kesempatan untuk mendapatkan sesosok laki-laki yang jauh lebih baik, lebih membawaku dekat dengan Rabb-ku, lebih menghargai aku, lebih bertanggungjawab, lebih menjaga komitmen, lebih konsisten, lebih menjaga kehormatan, lebih bisa menerimaku dengan bawelku, lebih bisa diajak berpikir ke depan dan tidak pernah berpikir tentang sebuah tuntutan, menuntut dan dituntut.
Aku tak pernah mendoakan hal-hal buruk terjadi di hidupmu. Aku hanya ingin mengingatkan saja, lebih berhati-hati lagi dalam bertutur kata, bersikap dan bertindak. Karena sebab akibat selalu ada. Karena hukum tanam tuai juga masih belum punah. Dan karena Tuhan selalu melihat apa yang kita perbuat. Sekali lagi, terima kasih. Karena dengan caramu ini, aku menjadi semakin yakin bahwa Tuhan memang sangat menyayangiku sehingga DIA menjauhkanku dari hal yang tidak baik untuk hidupku dan aku percaya, DIA akan menggantikan dengan hal yang baik untuk hidup dan masa depanku kelak.
Selamat berbahagia dengan jalanmu. Kini aku yg seribu kali lipat bahagia tanpamu dan bisa jauh lebih dekat dengan Rabb-ku..

Senin, 07 Desember 2015

Ayah

Tepatnya hari Sabtu 05 Desember'15 gemercik hujan mengiringi dibalik kaca jendela.
Tiba-tiba ada kabar yang membuat diri ini merasa tersamber petir.
Ya, kini Ayahanda telah tiada, telah di panggil untuk selamanya sama Sang Pencipta.
Tak pernah punya persiapan atau pikiran beliau akan pergi meninggalkan secepat  ini, ya karna emang beliau tidak pernah sakit sebelumnya. Tapi rahasia Allah tidak ada yang tahu, termasuk kematian, ga sehat ga sakit dan ga muda atau yang tua, semua pasti akan mati..

   Ayah...
   Waktu begitu cepat berlalu
   Di umur 57th kau telah pergi
   Kini kita berada di tempat yang berbeda


    Ayah..
    Takut rasanya saat mengingat masalalu bersamamu
    Setiap kuingat.. air mata ini selalu tak mampu kubendung
    Tangis ini karena kerinduanku padamu
    Rindu akan kasih sayangmu
    Rindu akan tutur katamu
    Rindu akan semua yang ada pada dirimu
   

   Ayah..
   Maafkan anakmu yang jarang ada waktu untukmu
   Maafkan belum bisa bahagiain dirimu
   Rasanya penyesalan selalu ada
    Tapi apalah dayaku
    Semua telah berlalu
    Kini hanya bisa kukenang jasa kebaikanmu
    Dan menuruti semua nasihatmu


    Ayah..
    Doakan aku selalu bisa menjadi wanita kuat terus
    Wanita dewasa yang bisa bahagiain Ibu dan saudara2ku
    Doaku akan selalu mengiringi perjalananmu
    Semoga Allah membalas kebaikanmu selama ini
    Aku selalu menyayangimu

  
    Karna hanya Do'a yang bisa kuberikan dan selalu kupanjatkan untukmu
    Aku menyayangimu.. Selalu ....

Selasa, 27 Oktober 2015

Beberapa !!

Banyak hal yang pingin kita ungkapkan, banyak hal yang pingin kita ceritakan tapi lagi lagi aku hanya mampu menulis semuanya lewat tulisan...
Sedih rasanya akhir-akhir ini ada beberapa teman yang menyebutkan kalo kita BERUBAH, emang belum lama omongan itu sempat ada dan kita selalu mencoba untuk bersikap biasa saja...
Entah apa yang diri sendiri dan mereka rasakan saat ini. Banyak sesuatu yang mereka ga tahu tentang apa yang  dirasakan, sulit untuk menjelaskan semuanya karena takut semuanya jadi salah faham.
Mungkin ada beberapa hal yang membuat kita jadi merasa jauh ..

Timbul rasa kekecewaan akan sikap sang sahabat. Seorang sahabat yang merasa dirinya sudah dekat dengan kita, harusnya dia percaya apa yang diomomgin sahabatnya. Saat memberikan pengertian dan kejujuran tapi dia tetap keliatan tidak percaya. so…selanjutnya terserah ..
Terdapat pergeseran status. Yang tadinya dia selalu ada waktu buat kita dan sekarang hanya sisa waktu karna dia punya status baru, tapi saat kita sedikit mulai menjauh karna ingin menocba mengerti, eh malah kita yang disebut menjauh. Persahabatan yang sangat dekat terkadang menimbulkan status baru. Awalnya rasa nyaman akan datang jika kita berada di sisi sang sahabat. Bom waktu akan berperan disini. Rasa nyaman itu akan berubah menjadi rasa memiliki. Jika sang sahabat tidak ada disamping kita saat kita membutuhkan, perasaan bimbang akan datang, rasa tak tenang muncul, timbul pikiran negatif, dan hati selalu bertanya, kenapa…kenapa…kenapa…??? Kalau sudah begini ya…hanya ada dua pilihan… TAKE IT OR LEAVE IT…!!!
Salah Faham. Semakin dekat ikatan dengan seseorang akan semakin banyak pula masalah yang akan datang. Piring akan bersinggungan dengan piring yang ada di dekatnya. Bentuk salah faham ini banyak bentuknya. Misalnya, salah memberikan masukan kepada sahabat yang lainnya, sehingga masukan yang diterima dianggap bermuatan kepentingan dan menjerumuskan. Hal itulah yang menimbulkan kesalah fahaman antara kedua sahabat.
Kesibukan. Hal yang satu ini memang sulit dipungkiri. Jangankan sahabat, kesibukan ini bisa merenggangkan hubungan antara seseorang dengan keluarganya, suami dengan istrinya, seorang ayah dengan anak-anaknya. Kesibukan sang sahabat bisa membuat dia berubah. Berubah menjadi sangat menyebalkan, berubah menjadi seseorang yang sensitive, berubah menjadi orang lain. Kalau sudah begini kita hanya bisa bertanya…..Kenapa sih bisa seperti itu???


So, sahabat adalah seseorang yang dapat menanggulangi hal-hal tersebut di atas. Sikap Seorang sahabat akan terus stabil dari mulai kita berkenalan sampai menjadi seorang sahabat sejati, tidak ada yang berubah. Sahabat akan menjaga hatinya dengan baik, memaintenance sedemikian rupa agar tidak terjadi pergeseran status. Jika hal itu terjadi, dia tidak akan berubah ataupun menjauh. Tapi tetap pada statusnya sebagai seorang sahabat. Sahabat tidak akan berubah walaupun dia memiliki teman baru yang lebih baik. Seorang tidak akan datang disaat dia sendiri dan gundah dan pergi begitu saja disaat dia sedang dikelilingi teman-teman baru. Seorang sahabat selalu ,mengerti kita, tau kita apa adanya, tau plus minus kita, tidak ada yang dilebih-lebihkan, tidak ada yang dikurang-kurangi tapi tampil apa adanya, sehingga tidak akan ada kesalahfahaman sehingga terjadi perubahan sikap. Dan seorang sahabat akan selalu eksis dan senantiasa mendukung kita dalam keadaaan apapun, baik dia sedang disibukan oleh pekerjaan ataupun dipusingkan oleh sesuatu.

Jumat, 18 September 2015

Arti sebuah kesendirian

Terkadang kesendirian melahirkan sebuah kebahagian

Kebahagian yang tak dimilki oleh mereka
Karena kita terbiasa bermain dan bercengkrama dengan kesendirian
Yang akan menghapus pelangi kesedihan…yang akan lahir nanti.

Kadang manusia butuh waktu untuk sendiri…
Kadang kita sendiri butuh waktu untuk menyelami dari suatu kesalahan yang ada, memikirkan langkah berikutnya setelah kita terjatuh. Kadang semuanya butuh proses yang sama sekali tidak gampang. Menyadari dan mengakui sebuah kesalahan dapat terjadi pun butuh sebuah keberanian. Sama sekali bukan hal yang mudah. Terutama jika kita mempunyai sikap yang arogan dan egoistik.
Entah sejak kapan aku menyadari bahwa hidup di dunia ini bukan cuma takdir, namun juga cobaan, bahkan siksaan dan buat aku, HIDUP adalah masalah. Masalah yang harus diselesaikan dan dicari solusinya. Kita tidak bisa menghindar atau lari dari masalah. Kalau tidak diselesaikan atau menghindarinya, satu saat pasti akan terakumulasi. Satu saat akan meledak dan menghancurkan diri kita sendiri. Jadi sebelum masalah itu membesar dan meledak, harus diselesaikan secepatnya. Kita tak bisa menghindar atau lari dari masalah, selesaikan secepatnya jangan ditunda.
HIDUP adalah ujian dan cobaan. Hidup harus dijalani dengan hati yang tulus serta lapang dada.
Dan HIDUP juga sebagai pilihan. Karena kemanapun kita berjalan dan pergi selalu dihadapkan dengan suatu pilihan. Pilihan antara yang baik dan buruk dan pilihan yang terkadang tidak mudah diputuskan. Setiap pilihan pasti punya konsekwensi baik dan buruknya sendiri dan setiap pilihan harus diperjuangkan, serta harus pintar-pintar dan hati-hati memilihnya. Jangan sampai salah dan keliru menentukan pilihan yang akan diambil dan yang terpenting juga adalah kita harus bisa mengelola pilihan dengan baik karena pada intinya, ambil hal-hal positif atau baik dari pilihan yang buruk, yang jelek atau jahat kita buang.
Kesendirian memberi arti dari perjalanan hidup kita karena dia, kesendirian itu sendiri, memberi kita waktu untuk merenung, mencoba mengenali diri kita sendiri, dan pda akhirnya setelah mengetahui segala kelemahan dan kekuatan kita, kita dapat menguatkan diri dalam keputusan untuk bersiap-siap memasuki gelanggang perang kehidupan dengan semangat baru dan Tuhan menciptakan malam untuk membuat manusia berfikir dengan segala kemampuannya bahwa, kesendirian itu diperlukan,
Merasa kesendirian bukanlah perkara yang sederhana. Hal ini boleh berdampak besar di dalam kehidupan .  Tapi  kesendirian yang membuat kita belajar untuk berdiri kokoh setegar karang. Menerobos kuatnya badai dengan segudang semangat. Menguatkan jiwa dengan gelora iman yang membara. Kesendirianlah yang membuat kita terus melaju.. bertarung hingga kelelahan menjadi teman setia kita.
Kesendirian sejatinya melelahkan dan melemahkan. Namun, aku selalu percaya, dari setiap kelelahan selalu ada kebahagiaan, dari setiap kelemahan selalu menyimpan energi kekuatan yang tak tertandingi.
Kesendirian, membuatku belajar. Bagaimana memahami setiap pesan dari-Nya.. serta memahami akan arti dan tujuan hidup kita serta selalu meletakkan semua harap agar selalu tertuju pada-Nya.. Kesendirianlah yang mengajarkanku semuanya.
Kesendirian, membuatku memahami, bagaimana menjaga semangat agar selalu tertata, menjaga hati agar kokoh hingga tergenapkan oleh-Nya.. menjaga diri agar panah syetan hanyalah sebuah buaian malam di siang yang terang.. Menjaga Jiwa agar selalu mengawasi keberadaan nafsu.. dan menjaga kemampuan agar selalu memberikan inspirasi bagi siapapun yang kita temui.

Kamis, 10 September 2015

Kembali Pada Allah

Sudah beberapa hari entah kenapa hati ini kadang terasa gelisah dengan sendirinya, seolah-olah ada sesuatu hal yang sedang disesalkan atau tidak disenangi. Ingin lari tidak tahu harus lari kemana, ingin teriak tidak tau harus teriak dimana, ingin bersembunyi, tidak tau tempat mana yang paling tepat untuk bersembunyi. Terpikir bisa jadi itu adalah bisikan dari syetan atau bisa jadi juga itu adalah sebuah insting akan sebuah perasaan yang berkaitan erat dengan keluarga, persahabatan dan persaudaraan,  bisa jadi juga hasil akhir yang tidak seperti kita harapkan, kita sudah memeprhitungkan dari segala aspek, hasilnya pasti menguntungkan, namun ternyata hasil akhirnya jauh dari yang diharapkan. Sewaktu hati itu sedang gelisah akan sesuatu yang dihadapi,*sandaran hati’ untuk dunia dan akhirat*. Yaitu suatu ‘sandaran’‘ yang mampu membuat kita berlapang dada, berbagi dan saling merasakan. Dan kemana sandaran itu harus dicari ?  Ya kemana lagi kalau tidak pada Allah dan orang orang yang beriman.
Sampai pada saatnya aku tersadar, kini aku mulai menjauh dengan Allah. Imanku yang belum seberapa yang belum lama mau mulai belajar lebih dekat dengan-Nya sudah mulai menjauh lagi karena kenikmatan dunia. Sholat wajibku sudah tidak tepat waktu, Sholat malam yang sudah lama ku lewatkan begitu saja dengan lelapnya tidur, tilawah yang sudah hampir tidak komit 1 hari 1 juz karena kesibukan dunia yang pada akhirnya membuatku resah. Padahal setiap waktunya Allah telah memberi kenikmatan yang begitu luar biasa tapi hampir lupa untuk mensyukuri semuanya.
Ya Allah kala aku jauh kemudian kembali pada-Mu, kumohon peluklah aku dengan kasih-Mu, dekaplah aku dengan Cinta-Mu dan jangan biarkan aku lari dari dekap-Mu lagi. karna Sebaik baik penolong adalah Allah SWT, Dialah satu satunya dzat yang serba maha, maha pengasih dan penyayang, maha kaya, maha Agung, maha perkasa, dan maha lainnya
 Laa haula walaa Quwwata illa billaah…..( tiada kekuatan melainkan kekuatan-Nya ), Jadi kembalilah kepada Allah.