Jumat, 18 September 2015

Arti sebuah kesendirian

Terkadang kesendirian melahirkan sebuah kebahagian

Kebahagian yang tak dimilki oleh mereka
Karena kita terbiasa bermain dan bercengkrama dengan kesendirian
Yang akan menghapus pelangi kesedihan…yang akan lahir nanti.

Kadang manusia butuh waktu untuk sendiri…
Kadang kita sendiri butuh waktu untuk menyelami dari suatu kesalahan yang ada, memikirkan langkah berikutnya setelah kita terjatuh. Kadang semuanya butuh proses yang sama sekali tidak gampang. Menyadari dan mengakui sebuah kesalahan dapat terjadi pun butuh sebuah keberanian. Sama sekali bukan hal yang mudah. Terutama jika kita mempunyai sikap yang arogan dan egoistik.
Entah sejak kapan aku menyadari bahwa hidup di dunia ini bukan cuma takdir, namun juga cobaan, bahkan siksaan dan buat aku, HIDUP adalah masalah. Masalah yang harus diselesaikan dan dicari solusinya. Kita tidak bisa menghindar atau lari dari masalah. Kalau tidak diselesaikan atau menghindarinya, satu saat pasti akan terakumulasi. Satu saat akan meledak dan menghancurkan diri kita sendiri. Jadi sebelum masalah itu membesar dan meledak, harus diselesaikan secepatnya. Kita tak bisa menghindar atau lari dari masalah, selesaikan secepatnya jangan ditunda.
HIDUP adalah ujian dan cobaan. Hidup harus dijalani dengan hati yang tulus serta lapang dada.
Dan HIDUP juga sebagai pilihan. Karena kemanapun kita berjalan dan pergi selalu dihadapkan dengan suatu pilihan. Pilihan antara yang baik dan buruk dan pilihan yang terkadang tidak mudah diputuskan. Setiap pilihan pasti punya konsekwensi baik dan buruknya sendiri dan setiap pilihan harus diperjuangkan, serta harus pintar-pintar dan hati-hati memilihnya. Jangan sampai salah dan keliru menentukan pilihan yang akan diambil dan yang terpenting juga adalah kita harus bisa mengelola pilihan dengan baik karena pada intinya, ambil hal-hal positif atau baik dari pilihan yang buruk, yang jelek atau jahat kita buang.
Kesendirian memberi arti dari perjalanan hidup kita karena dia, kesendirian itu sendiri, memberi kita waktu untuk merenung, mencoba mengenali diri kita sendiri, dan pda akhirnya setelah mengetahui segala kelemahan dan kekuatan kita, kita dapat menguatkan diri dalam keputusan untuk bersiap-siap memasuki gelanggang perang kehidupan dengan semangat baru dan Tuhan menciptakan malam untuk membuat manusia berfikir dengan segala kemampuannya bahwa, kesendirian itu diperlukan,
Merasa kesendirian bukanlah perkara yang sederhana. Hal ini boleh berdampak besar di dalam kehidupan .  Tapi  kesendirian yang membuat kita belajar untuk berdiri kokoh setegar karang. Menerobos kuatnya badai dengan segudang semangat. Menguatkan jiwa dengan gelora iman yang membara. Kesendirianlah yang membuat kita terus melaju.. bertarung hingga kelelahan menjadi teman setia kita.
Kesendirian sejatinya melelahkan dan melemahkan. Namun, aku selalu percaya, dari setiap kelelahan selalu ada kebahagiaan, dari setiap kelemahan selalu menyimpan energi kekuatan yang tak tertandingi.
Kesendirian, membuatku belajar. Bagaimana memahami setiap pesan dari-Nya.. serta memahami akan arti dan tujuan hidup kita serta selalu meletakkan semua harap agar selalu tertuju pada-Nya.. Kesendirianlah yang mengajarkanku semuanya.
Kesendirian, membuatku memahami, bagaimana menjaga semangat agar selalu tertata, menjaga hati agar kokoh hingga tergenapkan oleh-Nya.. menjaga diri agar panah syetan hanyalah sebuah buaian malam di siang yang terang.. Menjaga Jiwa agar selalu mengawasi keberadaan nafsu.. dan menjaga kemampuan agar selalu memberikan inspirasi bagi siapapun yang kita temui.

Kamis, 10 September 2015

Kembali Pada Allah

Sudah beberapa hari entah kenapa hati ini kadang terasa gelisah dengan sendirinya, seolah-olah ada sesuatu hal yang sedang disesalkan atau tidak disenangi. Ingin lari tidak tahu harus lari kemana, ingin teriak tidak tau harus teriak dimana, ingin bersembunyi, tidak tau tempat mana yang paling tepat untuk bersembunyi. Terpikir bisa jadi itu adalah bisikan dari syetan atau bisa jadi juga itu adalah sebuah insting akan sebuah perasaan yang berkaitan erat dengan keluarga, persahabatan dan persaudaraan,  bisa jadi juga hasil akhir yang tidak seperti kita harapkan, kita sudah memeprhitungkan dari segala aspek, hasilnya pasti menguntungkan, namun ternyata hasil akhirnya jauh dari yang diharapkan. Sewaktu hati itu sedang gelisah akan sesuatu yang dihadapi,*sandaran hati’ untuk dunia dan akhirat*. Yaitu suatu ‘sandaran’‘ yang mampu membuat kita berlapang dada, berbagi dan saling merasakan. Dan kemana sandaran itu harus dicari ?  Ya kemana lagi kalau tidak pada Allah dan orang orang yang beriman.
Sampai pada saatnya aku tersadar, kini aku mulai menjauh dengan Allah. Imanku yang belum seberapa yang belum lama mau mulai belajar lebih dekat dengan-Nya sudah mulai menjauh lagi karena kenikmatan dunia. Sholat wajibku sudah tidak tepat waktu, Sholat malam yang sudah lama ku lewatkan begitu saja dengan lelapnya tidur, tilawah yang sudah hampir tidak komit 1 hari 1 juz karena kesibukan dunia yang pada akhirnya membuatku resah. Padahal setiap waktunya Allah telah memberi kenikmatan yang begitu luar biasa tapi hampir lupa untuk mensyukuri semuanya.
Ya Allah kala aku jauh kemudian kembali pada-Mu, kumohon peluklah aku dengan kasih-Mu, dekaplah aku dengan Cinta-Mu dan jangan biarkan aku lari dari dekap-Mu lagi. karna Sebaik baik penolong adalah Allah SWT, Dialah satu satunya dzat yang serba maha, maha pengasih dan penyayang, maha kaya, maha Agung, maha perkasa, dan maha lainnya
 Laa haula walaa Quwwata illa billaah…..( tiada kekuatan melainkan kekuatan-Nya ), Jadi kembalilah kepada Allah.