Rabu, 24 September 2014

Nikmat Tuhan

Setiap hari bisa merasakan nikmat Allah yang begitu luar biasa kadang kita sering lupa nikmat mana saja yang selalu Allah kasih terhdap kita. Tapi di saat kita mulai kehilangan kenikmatan apa yang ada di diri kita, kita baru menyadari ternyata nikmat Allah yang kemarin2 itu begitu banyak dan kita sering lupa mensyukurinya.

Ya beberapa minggu ke belakang aku telah kehilangan seseorang yang lumayan cukup lama hadir di hidupku. Seseorang yang selalu ngasih semangat disaat aku terbangun pagi sampai tidur kembali di malam hari. Seseorang yang selalu ngasih perhatian sesibuk apapun dirinya.
Pada akhirnya suatu hari ada sikap aku yang membuat kesabaran dia hampir habis :(
Dan memang benar, kita akan menyesal kalo kita sudah kehilangannya. Memang menyesal tak ada gunanya, tapi menyesal itu perlu, supaya kita bisa intropeksi akan kesalahan kita dan kedepannya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama dan lebih menghargai seseorang.
Jadi menyesal.lah sewajarnya.

Kini aku belajar untuk lebih dewasa lagi, untuk lebih bisa mengahrgai orang dan lebih bisa mensyukuri sekecil apapun nimkat yang telah Allah kasih.
Apapun skenario Allah untuk hidup aku kedepannya mudah2an aku jauh lebih bisa menerima dan menjalaninya dengan baik.
Karna aku yakin ini bukan hukuman tapi ini hanya sebuah teguran supaya aku bisa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.. Amin

Kenikmatan juga tidak hanya dari satu hal saja, tapi banyak kenikmatan2 lain yang perlu kita syukuri. Semoga kita bisa menjaga orang2 yang selalu sayang sama kita, dan kita tidak selalu mngecewakannya. Karna orang2 yang kita sayang adalah salah satu kenikmatan Tuhan yang tak ternilai.
Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar