Jumat, 26 September 2014

Manfaat-manfaat Bangun Lebih Pagi (Shubuh)

Mungkin tak semua orang bisa bangun Shubuh setiap harinya termasuk saya, hehehe... Tapi belum lama ini saya bangun shubuh tanpa tidur lagi :D
Berikut manfaat-manfaat bangun Shubuh versi saya :
 - Badan Seger
 - Sholat Shubuh tepat waktu
 - Tilawah lebih khusyu dari waktu biasanya
 - Kholas lebih awal di setiap harinya (kebetulan ikut ODOJ)
 - Berolahraga pagi, walau cuman lari ke Pasar atau sit up dalam ruangan
 - Mandi lebih awal, tidak perlu mengantri
 - Bikin Sarapan sendiri, tanpa harus beli
 - Kerja lebih awal sehingga jam kerja selesai kerjaan pun beres, tanpa harus lembur
 - Tidur malam pun lebih awal, tanpa harus begadang karena susah tidur
 - Dan masih banyak lagi, itu hanya di antara beberapa, intinya jadi memiliki punya banyak waktu

Beda kalo sebaliknya, kalo kita bangun siang ataupun setelah shubuh tidur lagi, belum tentu kita ngedapatin manfaat-manfaat seperti di atas,..
Mudah-mudahan kedepannya sampai seterusnya kita semua bisa bangun dan beraktivitas lebih awal, tambah semangat deh pokonya apalgi setalah baca statusnya Mas Ippho :
"Sullit bangun pagi ? Gimana mau bangun rumah ? bangun perumahan? bangun rumah tangga?"
Jleb banget kan, itu juga kalo kena orang yang masih punya semangat, kalo orang yang ga punya semangat kayanya biasa aja, hehe
Semoga kita semua dimudahkan untuk bangun lebih pagi dan mulai beraktivitas lebih awal, Amiinnnn

Rabu, 24 September 2014

Nikmat Tuhan

Setiap hari bisa merasakan nikmat Allah yang begitu luar biasa kadang kita sering lupa nikmat mana saja yang selalu Allah kasih terhdap kita. Tapi di saat kita mulai kehilangan kenikmatan apa yang ada di diri kita, kita baru menyadari ternyata nikmat Allah yang kemarin2 itu begitu banyak dan kita sering lupa mensyukurinya.

Ya beberapa minggu ke belakang aku telah kehilangan seseorang yang lumayan cukup lama hadir di hidupku. Seseorang yang selalu ngasih semangat disaat aku terbangun pagi sampai tidur kembali di malam hari. Seseorang yang selalu ngasih perhatian sesibuk apapun dirinya.
Pada akhirnya suatu hari ada sikap aku yang membuat kesabaran dia hampir habis :(
Dan memang benar, kita akan menyesal kalo kita sudah kehilangannya. Memang menyesal tak ada gunanya, tapi menyesal itu perlu, supaya kita bisa intropeksi akan kesalahan kita dan kedepannya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama dan lebih menghargai seseorang.
Jadi menyesal.lah sewajarnya.

Kini aku belajar untuk lebih dewasa lagi, untuk lebih bisa mengahrgai orang dan lebih bisa mensyukuri sekecil apapun nimkat yang telah Allah kasih.
Apapun skenario Allah untuk hidup aku kedepannya mudah2an aku jauh lebih bisa menerima dan menjalaninya dengan baik.
Karna aku yakin ini bukan hukuman tapi ini hanya sebuah teguran supaya aku bisa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.. Amin

Kenikmatan juga tidak hanya dari satu hal saja, tapi banyak kenikmatan2 lain yang perlu kita syukuri. Semoga kita bisa menjaga orang2 yang selalu sayang sama kita, dan kita tidak selalu mngecewakannya. Karna orang2 yang kita sayang adalah salah satu kenikmatan Tuhan yang tak ternilai.
Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?)

Selasa, 23 September 2014

ALLAH YANG MAHA MEMBOLAK-BALIK KAN HATI

Ya Allah..
Peluklah hati ini di saat aku mulai merasa gelisah dalam penantian penuh kesabaran ini..
Terkadang hatiku merasa rindu pada dia insan yang ku cintai dalam diamku

Ya Rabb..
Biarlah ku simpul dalam setiap doa-doa dalam Istikharahku kepada-Mu rasa ini, agar kelak Engkau satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut bertahta dan bersemi indah karna Ridho-Mu

Ya Rabb..
Tuntunlah hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang insan yang benar-benar pilihan-Mu
Bukan semata-mata pilihan nafsuku

Ya Rabb..
Bila dia memang baik untuk ku, agama ku, masa depan dunia dan akhirat ku, bisa membimbing dan membawa ku lebih dekat pada-Mu, maka dekatkanlah diri ini dengannya dan satukanlah kami dalam pernikahan yang sakinah, mawaddah, warrahmah..
Tapi kalau bukan dia yang terbaik, maka jangan biarkan kekaguman ku menjadi suka apalagi cinta
Jadikanlah kekaguman ini seperti orang lain kagum padanya,,

Engkaulah Maha membolak-balikkan hati maka aku titipkan rasa ini, aku serahkan semuanya pada-Mu, karna semua ini adalah milik-Mu..

Aamiin ya Rabbal ala'amin

Senin, 22 September 2014

First time to Jogjakarta

Ya tiba2 pengen nyeritain dan share foto2 pas pertama kalinya aku bisa k Jogja .
Saat itu aku masih bertugas di Baron, Nganjuk Jawa Timur.
7 Juli 2012 hari Weekend 1 Cabang kita berangkat k Jogja, kita berangkat jam 10 malam pakai mobil Mbak Dinik, ber-7 sama supir. baru juga berangkat udah pada tepar smua ya karna mungkin hari memang sudah malam.
Sekitar jam 03.00 kita mampir dulu ke Mesjid untuk persiapan sholat shubuh dan ngaso, kebeteluan saat itu sudah nyampe Solo.
Jam setengah 5 kita berangkat lagi, dan tujuan pertama adalah Candi Borobudur yang ada di Magelang.
Dan taraaaa kita nyampe jam setengah 6, kepagian jadi candinya belum buka, hihihii ....
Sambil nunggu buka Candinya, kita mandi dulu di Kamar mandi umum yang masih disekitar wilayah Candi Borobudur (biasalah bekas anak Pramuka ga banyak mikir mau mandi dimana2 jg, asal tertutup).
 Ini baru beres siap2 dan mau antri beli tiket masuk Candi... 



















Ternyata oh ternyata ngantrinya puanjang buanget jaaaaan, padahal masih pagi. Jadi sambil nunggu ngantri kita bisa sambil sarapan dulu (nyemil roti atau snack) karena cuaca disana masih pagipun sudah mulai panas....






Ini pas baru masuk dan sebelum ke tempat2 candinya wajib memakai Kain Batik

Mbak Dinik, Mbak Wiwit, Enik, Aku, Mbak Vivit, Yani
Suer ga minta di fotoin , hihihi 


Dan jreng akhirnya Candi Borobudur yang selama ini hanya bisa lihat di media, sekarang aku bisa lihat aselinya, subhanalloh indah sekali.




Dan masih banyak lagi fotonya yang tidak mungkin aku post semua, takut kelyeng klo kbanyakan, hahaha...
udh puas liat2 candi dan foto2, kita ke Museum Kapal Samudraraksa yang masih berada di wilayah candi borobudur..


Dan sekitar Jam 11 siang kita udah keluar dari Area Candi Borobudur, lanjut kita nyari makan, kebeteluan waktu itu temennya Mbak Wiwit punya Resto yang baru Opening namanya Kebun Barbeque, kalo ga salah daerah Sleman...

afaf






Makan siang selesai langsung cusss Malioboro Jogjakarta.. yeeeeeee
Perjalanan Sleman-Jogja penasaran banget Malioboro tuh tempat apa sih, dan ternyata ruameee sekali pedagang dari mulai toko sampe kaki lama puanjaang sekali, kurang lebih sampe 1km,
Jl Malioboro
Karnaval di sekitar Jl Malioboro
Karnaval di sekitar Jl Malioboro



Tak terasa hari sudah mulai gelap. Kurang lebih 3 jam kita muter muter Malioboro dan Pasar Beringharojo berburu pakaian khas Jogja yang murah2.
Dan kita keliling Jogja di malam hari, setelah itu makan malam sambil jalan menuju pulang ke Kantor (Baron, Jatim)
Suasana malam Jogjakarta

     
cah nganjuk kcapean, wkwkw

Cerita tentang pertama kali k Jogja cukup sekian, hehe
Dan saat itulah saya jadi ketagihan untuk terus berlibur ke Kota yang amat sangat kaya akan Budayanya...


Senin, 15 September 2014

JIKA IA BUKAN JODOHKU, YA ALLAH

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku... aku tak ingin mencintai orang yang salah, sungguh... walaupun melupakannya sangat menyakitkan... aku berusaha untuk sanggup... gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku... karena jika semuanya terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku sendiri...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku... aku akan merasa bersalah dan mengutukuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah qawwamku... aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku... tapi, demi keridhoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan ?

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... kumohon, jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku... karena itu hanya membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku... karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagi netraku... karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya...

Dan jika dia bukan jodohku, Ya Allah... dekatkanlah qawwamku padaku, agar aku tak menebak-nebak terlalu lama...

Aamiin...