Kamis, 11 Februari 2016

Malem iniiii dimusim yg tlah brganti dg hujan lagiii . Selama beberapa bulan sejak kamu pergi, tak ada satu hal pun yang berubah. Rutinitasku juga masih aku lakukan, sama persis seperti saat kamu masih di sini. Semua masih tetap sama. Hanya saja, tak ada lagi sapa selamat pagi darimu saat pagi hari. Tak ada lagi yg muncul dihadapanku setiap aku pulang .. Tak ada lagi tawa renyah kita saat bercerita di setiap makan malam. Dan tak ada lagi senyum yang selalu aku lihat setiap malam saat kau mengantarkanku di depan rumah.
Aku menulis ini bukan karena merindukanmu atau mengharap kau untuk kembali. Rinduku seakan sudah pergi tak berjejak. Harapan-harapan yang sempat membuncah juga sudah terbang entah kemana. Rasa yang pernah ada juga sudah menguap dan menghilang begitu saja. Hatiku sudah jauh lebih baik. Mataku sudah sangat terbiasa tanpa melihatmu. Telingaku sudah lebih nyaman tanpa kicaumu. Bibirku sudah tak tertarik lagi menyebut namamu. Kau tau itu artinya apa? ARTINYA HIDUPKU MENJADI LEBIH SEMPURNA TANPA KEHADIRANMU ..
Dengan segala rasa nyaman yang aku dapatkan sekarang, aku hanya ingin berterima kasih padamu. Terima kasih atas segala bahagia yang pernah kau berikan padaku. Terima kasih atas setiap jengkal hari yang sudah pernah aku lewati bersamamu. Terima kasih atas tawa yang selalu kau hadirkan di setiap kebersamaan kita. Terima kasih atas perhatianmu yang selalu tercurah untukku.
Tak ada rasa menyesal di hatiku pernah bertemu dan mempunyai cerita hidup bersamamu. Mengenalmu, menjalani hari-hari .. Terima kasih sudah melukis pelangi dalam hidupku walau akhirnya aku tak pernah menikmati indahnya.
Meski dulu sempet aku ragu tuk melangkah, untuk pergi, karna tak akan ada lagi yang menemani, mengantarkan, menjemput, membuat tertawa, terhibur, bahkan takut tak akan ada lagi yang sepertimu, tapi semua itu hanya ketakutan konyol semata. Salah Besar aku sudah berharap pada manusia dengan berlebihan.. Sempat keingetan juga takut tak punya kesempatan untuk mendapatkan yang terbaik lagi. Tapi sekarang semua ketakutan itu HILANG, seakan lupa pernah punya rasa takut seperti itu. Karna jelas Allah tidak suka sama yang Namanya ................. (Al Isra Ayat 32) hehehehe ...
Jadi mana mungkin Allah tidak ngasih terbaik buat orang yang berani meninggalkan Dosa.
Hmmmmm .........
Hidupmu mungkin sekarang tenang tanpa aku karena tak ada lagi suara cempreng yang selalu mengingatkanmu untuk ini dan itu. Tapi hidupku sekarang tentu saja lebih bahagia tanpamu karena tak ada lagi lelaki yang menawarkan kebahagiaan semu padaku. Perlu diketahui juga, kau tak akan pernah bisa kembali ke jalan saat masih ada kita.
Beberapa kali aku ingin mengucapkan terima kasih. Kedatanganmu di hidupku sudah merubah persepsiku tentang apa arti itu Pacaran.. Kepergianmu di hidupku juga sudah membuat aku belajar banyak hal, terutama tentang tanggungjawab, komitmen dan sebuah Dosa ... Terima kasih sudah mengajarkanku tertawa saat menangis. Terima kasih sudah membuatku merasa dihargai sebagai wanita. Terima kasih telah memperlakukanku seperti seorang putri raja. Terima kasih sudah menjagaku dengan penuh rasa sabar. Terima kasih sudah selalu ada setiap aku membutuhkanmu.
Terima kasih sudah memilihkan jalan ini untuk aku jalani. Terima kasih sudah memberikanku kesempatan untuk mendapatkan cinta yang lebih besar dari cintamu di masa depanku nanti. Terima kasih sudah memberikan pengalaman berharga yang bisa aku ceritakan pada anak laki-lakiku nanti tentang bagaimana harusnya seorang laki-laki bersikap. Terima kasih, karena dengan kepergianmu, itu artinya kau memberikanku kesempatan untuk mendapatkan sesosok laki-laki yang jauh lebih baik, lebih membawaku dekat dengan Rabb-ku, lebih menghargai aku, lebih bertanggungjawab, lebih menjaga komitmen, lebih konsisten, lebih menjaga kehormatan, lebih bisa menerimaku dengan bawelku, lebih bisa diajak berpikir ke depan dan tidak pernah berpikir tentang sebuah tuntutan, menuntut dan dituntut.
Aku tak pernah mendoakan hal-hal buruk terjadi di hidupmu. Aku hanya ingin mengingatkan saja, lebih berhati-hati lagi dalam bertutur kata, bersikap dan bertindak. Karena sebab akibat selalu ada. Karena hukum tanam tuai juga masih belum punah. Dan karena Tuhan selalu melihat apa yang kita perbuat. Sekali lagi, terima kasih. Karena dengan caramu ini, aku menjadi semakin yakin bahwa Tuhan memang sangat menyayangiku sehingga DIA menjauhkanku dari hal yang tidak baik untuk hidupku dan aku percaya, DIA akan menggantikan dengan hal yang baik untuk hidup dan masa depanku kelak.
Selamat berbahagia dengan jalanmu. Kini aku yg seribu kali lipat bahagia tanpamu dan bisa jauh lebih dekat dengan Rabb-ku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar